My Friends

Search


Recent Readers



Your Ad Here




Your Ad Here


Your Ad Here




Google
 


Subprime Mortgage


belajar mandarin


« Tidak bisa buat website? Tidak masalah! | Home | Rendah hati mencerminkan kebesaran jiwa seseorang »



Ketika breadtalk hadir di Medan

By Rudy Susanto | May 30, 2007

Hari rabu di pertengahan bulan Mei, iseng-iseng saya ke Sun Plaza, yang kata orang merupakan replikanya Taman Anggrek Jakarta. Sewaktu saya jalan menuju Gramedia, saya melewati satu tempat yang mau tidak mau membuat saya menaruh perhatian khusus. Yah, satu gerai franchise Breadtalk ternyata sudah bermukim disana. Berseberangan dengan Breadtalk adalah toko donut yang juga baru dibuka di Sun Plaza, yaitu J.CO Donuts.

Sekilas saya kagum dengan perkembangan kota Medan. Kota nomor tiga terbesar di Indonesia ini ternyata tidak mau kalah dalam hal lifestyle. Saya melihat bisnis franchise semakin merajarela di sini. Satu pertanda bagus untuk kemajuan kota Medan


Kembali ke Breadtalk. Saat saya melongo ke toko roti tersebut, tiba-tiba pikiran saya berputar ke masa lalu. Kenangan saat saya masih di Jakarta menjadi segar di otak saya.
Saya masih ingat watku saya masih di ibukota, toko Breadtalk adalah tempat langganan saya.
Tapi langganan disini bukan maksudnya saya sering makan roti Breadtalk, melainkan tempat favorit untuk buat janji ketemu customer. Haha..

Dulu saya bisa 3-4 kali seminggu mengunjungi Breadtalk persisnya Breadtalk di Mall Ciputra (Citraland). Masih fresh di ingatan saya bagaimana suasana keramaian disana, harumnya roti Breadtalk yang kadang sudah tercium di lantai bawah. Sayangnya karena alasan ekonomi, saya cuma bisa mencicipi harumnya roti saja dari kejauhan.

Kembali ke Medan. Kondisi Breadtalk di sini agak sedikit berbeda dengan Breadtalk di ibukota. Saya melihat Breadtalk di Jakarta selalu terjadi antrian minimal 10 customer keatas, tapi di Medan kemarin saya cuma menemukan 3-4 ibu-ibu saja yang sedang belanja di Breadtalk. Dan kalau mau jujur, saya juga merasa wangi roti-rotinya kurang tercium. Sangat kalah jauh dari Breadtalk di Jakarta. Apakah resep dan cara pembuatan rotinya berbeda? Saya yakin setiap barang franchise pasti melalui sistem pembuatan yang sama persis. Entah lah.. Saya cuma mendapatkan satu hal. Ternyata roti breadtalk tidak wangi lagi..

Popularity: 1% [?]

Related Posts



Your Ad Here


Topics: My Life |

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.
[ close ]
RudySusanto.com | Spirit dan inspirasi tentang bisnis IT dan internet